Kelak Hukuman Selama 8 Jam Bagaikan Seribu Tahun

March 30, 2014
Kelak Hukuman Selama 8 Jam Bagaikan Seribu Tahun

Ilmuwan Inggris mengklaim bahwa masa tahanan selama seribu tahun penjara, suatu hari nanti mungkin akan terwujud, sebab bioteknologi masa depan memungkinkan tahanan berilusi, jelas-jelas baru 8.5 jam menjalani hukuman di penjara, tetapi merasa sudah seribu tahun lamanya.

Dalam sebuh penelitian terkait di University of Oxford, peneliti sedang mengembangkan suatu obat yang dapat membuat waktu seolah-olah terasa lambat, yang membuat tahanan semakin tersiksa bagaikan menjalani masa tahanan ribuan tahun lamanya.

Penelitian yang dipimpin filsuf Rebecca Roache tersebut mengatakan bahwa ada beberapa penjahat keji, yang divonis dengan masa hukuman yang sangat lama, tapi lolos dari siksaan hukuman karena keburu meninggal. Melalui teknologi baru ini, para residivis itu akan merasa seperti hidup terus selama menjalani hukuman, sehingga mendapatkan hukuman yang semestinya.

Roache menjelaskan, "Beberapa obat psikoaktif dapat mendistorsi kesadaran waktu seseorang, anda bisa membayangkan dan mengembangkan suatu obat cair atau pil, yang dapat membuat orang merasa seolah-olah menjalani hukuman penjara selama ribuan tahun lamanya, padahal baru berlangsung beberapa jam."

Mendistorsi kesadaran waktu sudah merupakan teknik interogasi yang ada secara klinis, dapat digunakan pada orang yang tidak dapat membedakan waktu antara siang atau malam di bawah kondisi perubahan cahaya yang tidak biasa atau paparan cahaya yang terus berlangsung.

Kelak Hukuman Selama 8 Jam Bagaikan Seribu Tahun

Metode lain yang sedang dikembangkan tim peneliti tersebut adalah beberapa teknologi yang memungkinkan kecepatan pemikiran para bandit meningkat 1 juta kali lipat dari kecepatan normal, dimana hal itu akan membuat sang tahanan merasa 8,5 jam hukuman yang baru dijalaninya itu seolah-olah terasa ribuan tahun lamanya. Bagi wajib pajak, cara ini akan lebih ekonomis daripada membiarkan mereka benar-benar menjalani hukuman selama satu tahun di penjara.

Roache menuturkan, seiring dengan peningkatan teknologi scaning dan proses perbandingan kerja otak, kelak mungkin dapat mengunggah pemikiran manusia ke komputer. Melalui kapasitas komputer cukup kuat, akan dapat mempercepat kecepatan berpikir ini.

Menurutnya, masalah teknis ini mendorong kita untuk merenungkan masalah umum terkait hukuman. Manusia hanya bisa hidup sekali di dunia, jika membiarkan para pesakitan itu menghabiskan masa-masa terindahnya di balik jeruji penjara seumur hidupnya itu, apakah layak berbuat demikian ? mengubah otak (pikiran) mereka kemudian membebaskannya lagi, apakah lebih manusiawi ?

"Ketika kita mempelajari soal ini, tujuan kita tidak hanya membayangkan seperangkat hukuman di masa depan, tapi mengamati hukuman yang diterapkan hari ini dari sudut pandang masa depan," tutur Roache. (jhon/ran)


Kelak Hukuman Selama 8 Jam Bagaikan Seribu Tahun

Previous
Next Post »